Jun 16, 2022

- KONDISI FISIK
- Letak Wilayah Desa/Kalurahan
Kalurahan Tambakrejo yang berada sekitar 5 Km arah selatan Kapanewon Tempel dan 12 Km arah barat dari ibukota Kabupaten Sleman serta berjarak 22 Km dari propinsi DIY, memiliki aksesbilitas cukup baik, mudah dijangkau dan terhubung dengan daerah-daerah lain sekitarnya oleh jalur transportasi jalan raya dan sarana transportasi jalan kalurahan yang ada. Wilayah kalurahan Tambakrejo dilihat dari topografi, ketinggian wilayah Kalurahan Tambakrejo berada pada 328 dari permukaan air laut dengan curah hujan rata-rata 2.000-3.000 mm/tahun, rata-rata 180 hari. Kalurahan Tambakrejo memiliki banyak bendungan dan salurah pengairan bagi lahan pertanian yang bersumber dari mata air sendiri dan sumber air lain dari kalurahan tetangga yang bersebelahan dengan kesepakatan pembagian air memlalui lembaga P3A dan Pemerintah Kalurahan terkait, guna membantu dalam menjaga kondisi permukaan air tanah yang ada.
Secara administrasi Kalurahan Tambakrejo terletak di Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman dengan batas sebelah utara yaitu Kalurahan Mororejo, Tempel, Sleman, batas sebelah selatan yaitu Kalurahan Banyurejo, Tempel, Sleman, sebelah barat yaitu Kalurahan Sumberrejo, Tempel, Sleman, serta sebelah timur berbatasan dengan Kalurahan Caturharjo, Kapanewon Sleman, Kabupaten Sleman. Wilayah Kalurahan Tambakrejo terdiri dari 11 Padukuhan yang dapat dikelompokkan ke dalam 4 wilayah, yaitu wilayah Utara, wilayah Tengah, Wilayah Timur, Wilayah Barat. Digunakan istilah wilayah adalah untuk pembagian kelompok-kelompok Padukuhan yang saling berdekatan, selain itu untuk mempermudah Pemerintah Kalurahan dalam menjalankan kegiatan-kegiatan Pemerintah Kalurahan baik mengenai pemerintahan, Pembangunan dan Kemasyarakatan. Keempat wilayah tersebut, meliputi :
- Wilayah Utara :
Terdiri atas 15 Rukun Tetangga (RT) tersebar di 3 Padukuhan :
- Padukuhan Mancasan, terdiri dari 5 RT
- Padukuhan Blimbingan, terdiri dari 5 RT
- Padukuhan Tambaklelo, terdiri dari 5 RT
- Wilayah Tengah :
Terdiri Atas 8 Rukun Tetangga (RT) tersebar di 2 Padukuhan :
- Padukuhan Bandung Wetan, Terdiri dari 4 RT
- Padukuhan Bandung Kulon, terdiri dari 4 RT
- Wilayah Timur:
Terdiri dari 12 Rukun Tetangga (RT) tersebar di 3 Padukuhan:
- Padukuhan Batang Cilik, terdiri dari 4 RT
- Padukuhan Batang Gede, terdiri dari 4 RT
- Padukuhan Mergosono dan Genderan, terdiri dari 4 RT
- Wilayah Barat :
Terdiri dari 17 Rukun Tetangga (RT) tersebar di 3 Padukuhan :
- Padukuhan Semampir Kulon, terdiri dari 7 RT
- Padukuhan Semampir Wetan, terdiri dari 6 RT
- Padukuhan Temanggung, terdiri dari 4 RT
Untuk lebih jelasnya posisi geografis Kalurahan Tambakrejo dapat dilihat dari peta dibawah ini
- Luas Wilayah Desa/Kalurahan
Potensi Kalurahan Tambakrejo dengan lahan seluas 315.1631 Ha dan yang terbagi dalam beberapa peruntukan seperti bangunan umum, jalan, sawah, sekolahan, permukiman, makam, lapangan, olahraga, dan lain-lain. Keperuntukan atas potensi wilayah Kalurahan Tambakrejo dapat dikategorikan menjadi tiga kelompok kepemilikan, yaitu :
- Milik Kalurahan : 4394 Ha
- Milik Perorangan/sawah : 186.6472 Ha
- Milik perorangan/pekarangan : 6715 Ha
- Tata Guna Tanah
Penggunaan lahan terbesar adalah sektor pertanian, sehingga sebagian besar penduduk bekerja sebagai petani atau buruh tani. Untuk lebih jelasnya atas penggunaan lahan wilayah Kalurahan Tambakrejo secara umum dapat kami sajikan dalam tabel dibawah ini:
Penggunaan lahan di wilayah Kalurahan Tambakrejo
| NO | SEKTOR | LUAS LAHAN / POTENSI |
| 1. | Sekolahan | 0.6232 Ha |
| 2. | Kantor Kalurahan | 0.2000 Ha |
| 3. | Tanah Makam | 1.1785 Ha |
| 4. | Tanah Sawah | 185.8300 Ha |
| 5. | Pekarangan | 68.6715 Ha |
| 6. | Tanah Milik Kalurahan | 55.4377 Ha |
| 7. | Tanah Lapangan | 1.0500 Ha |
| 8. | Jalan | 10.1636 Ha |
| 9. | Sungai | 6.4400 Ha |
- Sumber Daya Alam
Kalurahan Tambakrejo mempunyai beragam potensi perekonomian mulai dari pertanian, perikanan, dan peternakan.
Wilayah Kalurahan Tambakrejo secara umum mempunyai ciri fisik penggunaan lahan berupa lahan pertanian, terutama padi, jagung, kacang tanah sama dengan / kacang panjang, cabai, sayur-sayuran, dan tembakau. Hal ini dikarenakan wilayah pertanian di Kalurahan Tambakrejo menggunakan pola tanam Padi-Padi-Polowijo. Namun, pada musim kemarau para petani biasanya memanfaatkan lahannya untuk ditanami tembakau, hal ini dikarenakan tanaman tembakau tidak terlalu banyak membutuhkan air.
Sektor pertanian berperan cukup besar dalam pembangunan daerah Kalurahan Tambakrejo, juga berperan langsung terhadap pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Sleman, penyediaan lapangan kerja, sumber pendapatan masyarakat dan penciptaan ketahanan pangan maupun peran tidak langsung melalui penciptaan kondisi yang kondusif bagi pelaksanaan pembangunan dan hubungan sinergis dengan sub sektor dan sektor lain.
Selain pertanian, Kalurahan Tambakrejo juga mempunyai potensi pada sektor yang lain walaupun dalam skala yang lebih kecil dibandingkan sektor pertanian. Potensi dimiliki Kalurahan Tambakrejo selain pada sektor pertanian adalah potensi pada sektor perikanan, peternakan, dan juga pada sektor perdagangan / jasa yang tersebar pada wilayah-wilayah tertentu. Kalurahan Tambakrejo memilik sumberdaya alam yang melimpah untuk bahan pembuatan batu bata merah, didukung kltur tanahnya liat dan semi berpasir, khususnya untuk wilayah Kalurahan Tambakrejo Bagian barat, tetapi secara umum wilyah Kalurahan Tambakrejo berkarakteristik tanah sabuk berpasir.
- Karakteristik Kalurahan
Perspektif budaya masyarakat di Kalurahan Tambakrejo masih sangat kental dengan budaya Jawa. Hal ini dapat dimengerti karena hamper semua Kalurahan di Kabupaten Sleman masih kuat terpengaruh dengan adanya pusat kebudayaan jawa yang tercermin dari keberadaan Kraton Kasultanan maupun Pakualaman yang ada di Yogyakarta. Dari Latar brlakang budaya kita bias melihat aspek budaya dan sosial yang berpengaruh dalam kehidupan masyarakat. Dalam hubungannya dengan agama yang dianut misalnya, Islam sebagai agama mayoritas yang dianut oleh masyarakat, dalam menjalankannya sangat kental dengan tradisi budaya jawa seperti kenduri / kondangan yang sering dilaksanakan untuk memperingati hari-hari besar Islam maupun peringatan-peringatan pribadi dan umum lainnya.
